Selasa, 15 April 2014

hi life

it's been 4 month of 2014
and how's life happening?

i am still that lazy one to write and keep busy working in the office
so that my resolution to keep on writing in this early of year has failed :(
but lets hope that i can make it better

yeah i have to push myself
being consistent is that something we called 'difficult'
:(
poor me

Selasa, 31 Desember 2013

new year is minutes to come

happy new year everyone :)
next year is only minutes more :)
hope next year will be so much fun, even more than this year
bye bye 2013, i love you much
i'll love you too 2014 :*

Kamis, 26 Desember 2013

BUKIT BATU HITAM, the black stone hill yeah!!

the last stand man hahaa

it's a cloudy sunday, but my friends and i really wanted to spend this day for travel. so, i remebered my friend in baumata who have promised me to take me to a beatiful hill called bone. so, i contacted them and the next minutes we've already arrived.

they told me that bukit bone is so beautiful, even we can see the southern sea of timor from there! wow!
actually it would be closer if we went there from kota kupang, through jalur 40 to Nekamese. but, we went there from baumata, but the view still so stunning!

many cows here

i saw many savanna  in soe, it's the next city after kupang (about 2 hours), but i have never expected that there are also savanna in kupang!!
yeah, here it is in bukit bone, many people called it as bukit batu hitam, because it's a very big black stone stood there. yeah bukit batu hitam is totally awesome!!
the grass grow very good, it looks like grass in park, but actually they grow naturally without any human's touch, yeah the same like mostly savanna i saw in soe
besides, we also can see the southern sea of timor from this hill, even its turqoise-color!
unfortunately, we arrived there in a bad weather, it's very thick cloud, the next minutes the rain dropped so hard, but we still enjoyed the moment so much
about six kilo from the hill there's also a praying garden, it's bunda maria catholic's praying garden, and definitely with its amazing view :)
take a pose, buddies!


because of the rain i could only take a few picture, so sad :(

bunda maria statue in the praying garden

even it's a good location for prewedding picture ;)

Selasa, 17 Desember 2013

GOOD MOM COOL MOM

Mommy... mom or mother


mbak nita, a kind of cool mom
 
first of all, let me know you how you describe "cool mom good mom"
for me, it means be SMART WOMEN EVERY TIME
and what about you guys?
 i am going to marry next year, that's how recently i spend my time a lot to think, how to be a good mom, cool mom
maybe the first step is being wife anyway, but i think i have to think the bigger one, being mom!

i was grown up with no mother because i am an orphan, but i think i passed all my teenage era safely. i've not too naughty and still get good mark in school and university, but in some parts sometime i did many dangerous things because i have no one to share about... hahaha
so, that i decide to prepare myself to be good mom since NOW

sergio with his mom and tukik too :)

i wanna tell you about my friend, her name is Mbak Nita
i thinks she's a kind of cool mom ever!
i've meet her in plane when we're going to derawan
i was talking with my boyfriend about how to get to derawan, and she was listening and asking me share the boat. after that we met at the island, but because the price of boat is too expensive so i thought i can't join with her, but she said it's okay to pay as much money as i have, wow! how kind she was!
Mbak nita was traveling with her son, named Sergio, he's a year younger than me. She said that she love traveling a lot, and used to go everywhere with or without her husband. WOW!
She said that her husband does not like travel in nature, he loves to go shopping or  just sightseeing in the city. So she spent time to travel with her friends or with her son.
What do you think? I think it's cool enough to have traveled to derawan just with your son!
Mbak Nita told me that she's fifty! OH MY GOOD, i really can't trust this, because she looks very very veryyy younger, like 30 and still very beautiful for a mom with a 20's years old's son
i though sergio was his boyfriend before x_x
enjoy traveling everywhere
 
i think mbak nita is one of my inspiration
she still loves and enjoys traveling so much
in everytime we met a snorkling spot in derawan islands, she always be the first to jump out of the boat and go swimming! when we met a manta ray, she's the one who jump out of the boat and swim with the big manta, with no fear!!! pretty cool!!!

i wanna be a good mother who can travel with my son/ doughter
i think learning in nature is more fun than just sitting and reading books or watching films
many people said that when you're getting married, your life will be end, you can't traveled anymore, and just stay at home waiting for your husband and keep your children at home
NOPE!!!! BIG NO!!!!!
I wanna be a good mom. and still spend time to travel, especially with family, husband or children
i think married is the next challenge i have to passed
no word for  not ready!!!
maybe i have to seek for more good mom for examples
so they can inspired me much :)
cool mom will travel with her son
do you have it? let me know.

mbak nita, sergio and two smugglers :p

i trust a lot that travel will always make you happy, looks younger and healthy
 

Selasa, 03 Desember 2013

BAUMATA, The Little Oasis


sumber mata air desa Baumata
 
Baumata sebenarnya adalah nama sebuah desa di kabupaten Kupang. Jaraknya sekitar 45 menit dari kota kupang. Baumata terkenal dengan sumber airnya yang melimpah ruah, tidak pernah habis dan bening sekali. Bahkan, selokan di depan rumah pun bisa dibuat mandi saking beningnya. Sumber mata air Baumata juga menjadi sumber mata air salah satu air isi ulang terkemuka di kota Kupang.
Tempat wisata yang terkenal di desa ini adalah kolam renang Baumata, karena kolamnya menggunakan air alami dari sumber dan tidak ditambahkan kaporit, selain segar airnya juga dingin sekali... brrrr
berbagi cerita dengan para pemuda baumata *ternyata diam-diam mereka memotret saya, hehe

Saya tertarik untuk jalan-jalan ke sana dan ingin melihat sumber air ini sebenarnya berasal dari mana. Setibanya disana saya bercakap-cakap dengan pemuda desa yang menjaga kolam renang. Mereka menjelaskan kalau karang taruna di sini aktif bergantian untuk memelihara dan menjaga kolam. Air yang melimpah ruah itu sebenarnya berasal dari mata air yang ada di belakang kolam, di sana juga ada hutan lindung yang terdapat goa tempat bersumbernya air yang paling utama. Sayang sekali ketika saya kesana, hutan tersebut tidak bisa di kunjungi karena sudah di tutup untuk umum. Akan tetapi saya beruntung berkenalan dengan para pemuda desa yang baik hati tersebut karena mereka mengajak saya melihat sumber air yang ada di belakang kolam. Sejak banyaknya warga dari luar desa yang datang mengambil air terlalu banyak dan bahkan kadang mengotori sumber air tanpa bertanggung jawab, kawasan sumber air ini di tutup untuk umum, dan hanya boleh dimasuki warga desa Baumata saja. Waw, betapa beruntungnya saya :)
mandi segarrr
 Sumber mata air baumata memang bening sekali, dan dingin. Banyak warga sekitar yang memanfaatkan untuk mandi, mencuci dan mengambil air. Desa ini tidak pernah mengalami kekeringan sama sekali, bahkan PDAM kota kupang banyak mengambil air dari daerah ini untuk dialirkan ke saluran-saluran air di kota Kupang. Tak heran pula kalau di daerah ini juga banyak sawah, karena debit air yang tidak pernah kekurangan. Tanaman, dan buah-buahan banyak tumbuh subur di desa ini, bahkan banyak orang yang menjual buah-buahan dan sayur mayur di pinggir jalan, sekali berenang bisa tuh kita belanja karena semuanya masih fresh dari ladangnya :)
mendekati senja di desa baumata

Talking about the WEATHER

Selama ini pulau Timor terkenal dengan kondisi kekeringannya. Kesulitan air. Sejauh dan sedekat mata melirik atau pun melotot semuanya hanya karang yang terlihat. Bahkan banyak iklan mulai air minum, sabun sampai partisipasi politik mengatasnamakan NTT, atau lebih tepatnya ke pulau Timor-nya. 
Sebegitu mengenaskannya kah tinggal di Pulau Timor?
Saya rasa tidak!
Tinggal di sini begitu menyenangkan, meskipun sejauh mata memandang kita dengan mudahnya melihat laut, tapi tidak semua daerah kekurangan air. Bahkan PDAM Kupang juga semakin berbenah untuk mengatasi kekurangan air di rumah-rumah warga. Ada juga beberapa daerah yang dekat dengan sumber mata air, seperti daerah fontein, airnona, sehingga tidak semuanya mengalami kekeringan. Harga satu tangki air atau 50.000 Liter pun juga tidak terlalu mahal, hanya Rp 50.000,- sampai Rp 60.000,- . Yang lebih membuat saya merasa cozy pula, musim di sini sangatlah unik, tapi tidak terlalu berbeda dengan pulau Jawa, tanah lahir saya. Memasuki awal tahun hingga bulan Mei 2012, cuaca di Kupang masih sering hujan, bahkan di kota yang dikelilingi gunung seperti Soe, hujan turun lebih-lebih lagi. Memasuki bulan Juni-Agustus mulai musim kemarau kering, anehnya di musim ini cuaca dingin sekali, air sedingin es, bahkan angin yang bertiup selalu membuat saya menggigil. Memasuki bulan September-Oktober cuaca berubah panas sekali, gerah setiap hari, untungnya Siang hari saya bekerja di ruangan ber-Ac jadi tidak terasa panasnya, hehe, tetapi ketika malam cuaca memang menjadi lebih gerah, namun masih bisa diatasi meskipun hanya dengan kipas angin. Saya rasa malah lebih gerah cuaca di Surabaya, karena sebelumnya saya sempat tinggal di Surabaya selama 5 tahun. Memasuki bulan November-Desember hingga awal tahun dan Bulan Mei pun cuaca masih hujan. Bahkan di sini Hujan kadang begitu ngeri, turun terus-menerus dan deras disertai angin kencang. Apalagi jalan di sini berbukit-bukit sehingga air segera mengalir ke daerah yang lebih rendah dan langsung ke laut, jadi aman, tidak ada banjir, hehe
Jadi, apa bedanya dengan tinggal di Jawa?
Mungkin karena saya masih tinggal di kota Kupang, cuacanya masih nyaman, jadi saya tidak terlalu merasakan keringnya pulau Timor. Tapi sebetulnya tinggal di sini tidak seburuk yang diberitakan di televisi. Setiap daerah mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, kan? Tinggal bagaimana kita beradaptasi dengan alam.
Kupang memang panas, tapi di sini tidak ada polusi, jadi ketika angin bertiup, sepanas-panasnya cuaca tetap terasa adem hehe
Yang wajib kita punya selama di sini sih adalah sunblock dan sunglass, apakah karena cuaca terlalu panas?
Jawabannya: Bukan. Karena disini banyak pantai-pantai cantik berpasir putih yang akan menyilaukan mata kita ;)

salah satu pantai di Kupang, tebak dimana ;)

Jumat, 29 November 2013

Kunyah-kunyah Sirih Pinang

buah pinang kering, mirip choco crunch kan?

Budaya mengunyah sirih pinang sebenarnya adalah budaya yang umum di Indonesia. Orang jawa juga banyak yang mempunyai kebiasaan mengunyah sirih pinang, tapi sekarang seiring berjalannya jaman, budaya sirih pinang sudah jarang di temukan di Jawa. Terakhir saya melihat nenek yang mengunyah sirih pinang di desa saya pun ketika saya masih duduk di taman kanak-kanak. Memori itu terkenang sampai sekarang, karena mengunyah sirih pinang menurut saya terlihat cukup nyentrik.
BIBIR MERAH. LUDAH MERAH.

seorang kakek salah satu anggota pengunyah laskar sirih pinang
 
Ketika saya kecil dulu, sempat tertanam diingatan saya, orang yang mengunyah sirih pinang adalah vampir atau drakula. Betapa tidak, bibir dan ludah mereka tampak kemerahan, menyeramkan.
Tetapi ketika itu saya dijelaskan oleh nenek teman saya yang hobinya makan sirih pinang, kalau sebenarnya beliau sedang mengunyah sirih pinang dan bisa menghasilkan warna merah di mulut.
Itu memori 20 tahun yang lalu, dan sekarang saya bertemu lagi dengan para pecinta sirih pinang.
Budaya sirih pinang sepertinya masih ngetren sekali di Timor dan terutama Indonesia Bagian Timur. Kita dapat dengan mudah sekali menemui orang-orang baik tua-muda, laki-laki-perempuan, besar-kecil, semuanya suka makan sirih pinang. Bahkan ada hal yang sangat menggelitik ketika saya berkunjung ke RSU Prof. W. Z. Yohanes Kota Kupang, ada larangan "DILARANG MAKAN SIRIH PINANG" yang terpasang di beberapa bagian di rumah sakit. WHAT?? Di rumah sakit ada larangan makan sirih pinang??? dalam pikiran saya, masa sih di tempat umum seperti ini, dan tempat orang sakit begini, orang-orang masih sempat mengotorinya dengan makan sirih pinang??! haha, cukup lucu, apalagi tepat di bawah plang larangan tersebut banyak ludah bekas orang-orang makan sirih pinang, tidak ada yang peduli dengan peraturan tersebut, semua orang tetap asyik makan sirih pinang.

daun sirih
Saya heran, seperti apa sih rasanya makan sirih pinang sehingga banyak orang yang kecanduan? bahkan nyaris setiap menit dalam hidup mereka tidak dapat dipisahkan dari mengunyah sirih pinang.
Ada 2 cara untuk menikmati buah pinang, yang pertama adalah makan buah pinang yang sudah dipotong-potong dan dikeringkan, wujudnya kurang lebih mirip snack choco-crunch. Saya dulunya sempat heran ketika belanja di pasar banyak choco-crunch yang dibiarkan berjajar di jalan dan tidak di kemas, ketika saya tanya kepada penjualnya ternyata itu adalah tumpukan pinang, haha
Cara kedua untuk menikmati buah pinang adalah dikunyah langsung ketika masih berwujud buah utuh, tetapi cara ini saya lihat jarang dilakukan.
Setelah makan buah pinang, maka berikutnya disusulkan dengan makan sirih, bisa dari batang atau daunnya, lalu ditambahkan dengan kapur. Nah kapur inilah yang menyebabkan reaksi dengan buah pinang dan sirih sehingga menghasilkan warna merah. bahkan ada beberapa orang yang menambahkan tembakau setelahnya, katanya lebih mantap.
 Harga sirih pinang di pasar cukup murah, tetapi orang-orang di Timor atau mungkin di NTT, merasa sangat terhormat dan luar biasa senang kalau kita bawakan oleh-oleh sirih pinang daripada kita bawakan buah pisang atau buah-buahan yang lain.
bungkusan kapur yang sudah di kemas untuk siap disantap denagan buah pinang dan sirih

Lalu terbesit keinginan saya untuk mencoba, bapak parkiran di kantor saya dengan senang hati membagikan sedikit sirih pinangnya untuk saya coba. 
dan tibalah hari itu, hari bersejarah dalam hidup saya: mengunyah sirih pinang
Yang pertama saya makan adalah buah pinang, si choco-crunch palsu, dan waw! buah kering itu keras sekali, bahkan butuh usaha ekstra untuk gigi-gigi saya untuk mengunyahnya, tetapi buah ini tidak mempunyai rasa. berikutnya saya susulkan mengunyah batang sirih dan olalalaaa... rasanya seperti pedas-pedas gimana gitu, kalau dalam bahasa jawa kita menyebutnya "sepet", tidak habis saya kunyah sudah saya muntahkan semua dari mulut saya, padahal saya belum mencoba kapurnya, tapi saya tidak tega mencoba karena sepertinya akan terasa panas, dan apalagi kalau ditambahi tembakau, secara medis sangat tidak sehat sekali, karena sama seperti rokok, bisa menyebabkan kanker.
Entahlah saya tidak habis pikir apa enaknya mengunyah sirih pinang, saya tidak kuat dan tidak ingin mencoba lagi, memang sih setelah makan sirih pinang rasanya gigi lebih fresh karena batang sirih rasanya agak pedas-mint begitu. Mungkin butuh waktu yang cukup lama dan terus menerus hingga menimbulkan ketagihan, tapi saya menyerah saja, saya tidak ingin ketagihan, gigi saya tidak cukup kuat.
Ketika saya tanyakan pada beberapa orang kelebihan makan sirih pinang, jawaban dari mereka cukup lucu dan membuat saya tertawa, diantaranya: "Nona, makan sirih pinang itu bagus, bikin mata jadi terang!" entahlah saya tidak tau bagaimana korelasinya, mungkin karena hanya mengunyah sekali jadi saya belum mendapatkan efek samping mata terang tersebut. Ada pula yang menjawab: "Eiiiih Nona wajar sa kalau son tau enaknya makan sirih pinang, bikin enak kalau main gila sama istri na, makanya sampai tua begini beta masih kuat main." kurang lebih artinya begini: "wajar saja nona belum tahu efek samping enaknya makan sirih pinang, bikin enak kalau berhubungan dengan istri, makanya sampai tua begini saya masih berhubungan seks"
Olala....
penjual sirih pinang yang memberi saya tips kalau sudah menikah harus banyak-banyak makan sirih pinang :l

Anak Rantau, Anak TIMOR

HEII, sekarang saya tinggal di kupang dan sudah 9 bulan loh
cukup lama juga, dan seperti biasa, saya tetap sulit menghapal jalan, entah di kota besar dan kota kecil, saya lemah sekali dalam urusan navigasi dan membaca peta hahaa
Satu yang perlu anda tahu, sunset di kota ini sangat cantik sekali :)
dimana-mana setiap hari kita dapat melihat sunset dengan mudahnya, kecuali kalau sambil merem pasti sulit hehe
sunset di pantai lasiana (model oleh sepasang teman saya yang baru menikah lalu merantau juga ke kupang :) )
Banyak hal baru yang saya pelajari, mulai dari bahasa, cuaca, pola pikir, pola hidup dan banyak lagi kalau ditulis mungkin sampai harus pinjam jari-jari teman saya buat ngetik saking banyaknya hihi
Merantau itu seperti kejutan untuk saya, karena selalu banyak hal-hal baru yang saya hadapi setiap hari. Kadang hal itu menyenangkan, kadang berat, kadang lucu, kadang diluar akal saya tapi semuanya sama, semuanya membahagiakan :) (kembali ke motto saya, susah senang tetap senang, hehe)
Satu hal yang harus saya sebarkan di sini, TIMOR ITU CANTIK :)
Banyak orang yang bepergian ke NTT, tetapi kebanyakan mereka hanya mengenal komodo dan kelimutu
padahal NTT sendiri seperti INDONESIA KECIL, pulaunya ribuan
dan saya beruntung sekali tinggal di salah satu pulaunya yaitu pulau timor
Kalau selama ini mungkin yang kita tau dari timor adalah dari iklan aqua yang berlokasi di kota Soe dan kata-katanya yang terkenal: "air mata su dekat" atau dari iklan kataraknya bapak wiranto yang berlokasi di atambua
Menyedihkan, kelihatannya kering, fasilitas kesehatan kurang, banyak anak busung lapr, kematian ibu dan bayi tinggi dan bla bla bla....
mulai sekarang kita harus menghapus stigma itu
STOP!!!!
banyak yang cantik di pulau timor ini, hanya sayang sekali sedikit orang yang mengenalkannya pada dunia
kalau hanya melihat dari sisi kekurangannya, akan semakin banyak kita mencari kekurangan-kekurangan yang lain
maka mari kita melihat Pulau Timor dari kecantikan dan keunikannya
Kalau kita tahu itu, pasti dijamin jatuh cinta dan lengket seperti saya, betah sekali tinggal di pulau ini :)
 Saya akan berusaha menuliskannya di sini, siapa tahu ada yang berminat untuk merantau juga ke Kupang hehe

SI PEMALAS

Sebut saya si pemalas, karena saya jarang sekali menulis Dikatakan sibuk sih sebenarnya tidak terlalu, tetapi mungkin karena terlalu malas dan tidak jelas, hiks 
Sebetulnya saya banyak traveling dan melakukan hal-hal menyenangkan dalam setahun terakhir ini (karena blog ini sudah setahun lebih tidak tersentuh, WAW!) 
Baiklah, singkat ceritanya begini, ketika kuliah saya sibuk dengan profesi sehingga ada sedikit waktu selalu saya habiskan untuk "kabur" dan tidak sempat menulis. Setahun setelah itu, tepatnya oktober 2012, saya akhirnya lulus! YEYYYY! Tetapi saya baru menyadari, dunia setelah lulus adalah lebih kejam! Mencari pekerjaan, keluar masuk psikotes dan yah saya harus banyak latihan, hingga akhirnya saya diterima disebuah perusahaan laboratorium terbesar se INDONESIA :) 
Dan ternyata setelah masuk kerja, beda sekali dengan kuliah, saya lebih terjebak dengan rutinitas! waw! it' s true guys! dunia kerja lebih jahat hahaa karena kita digaji dan kita harus profesional :) 
tapi saya sangat mencintai pekerjaan saya, hingga saya sering pulang larut (sebenrnya ngadem sih, soalnya pas pulang sekalian nungguin sunset haha) 
YAH, WORKING!! Beruntung sekali saya diterima bekerja sebagai supervisor customer service di laboratorium klinik PRODIA, yang notabene laboratorium paling canggih paling besar paling capcussss deh se Indonesia :) dan yang lebih beruntung lagi, saya di tempatkan di cabang KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR 
otak saya berisi banyak hal-hal asik dimana saya bisa menghabiskan banyak waktu untuk jalan-jalan, bertemu orang baru setiap hari dan bersenenang-senang :) Tidak pernah ada rasa takut sekalipun di hati saya untuk merantau jauh, saya bahagia, karena setiap hari Tuhan menuntun saya untuk banyak belajar hal baru, thanks god
yah begitulah curhat singkat dari saya, dan saya tidak berani janji tetapi saya akan berusaha rajin menulis! Banyak hal asyik yang saya alami, mungkin sebaiknya saya harus sering-sering pamer hal itu di sini hehe 
Ok guys, lets keep on writing :)
sekarang sudah jadi wanita kantoran endel bermake up dan ber high heel ;)

Kamis, 31 Mei 2012

LEPROSY, don't call us MONSTER!

(photo above: the leper) "Please raise your hand if you are not afraid of people with leprosy!?" Things were quiet enough that I got from the representative answers the questions above. So sad, the rapid growth and development of modern society are not same with public knowledge of health and disease. Perhaps many people do not know well about leprosy, so first let's call the word leprosy with Morbus Hansen, to make it look not scary and exciting to learn. Morbus Hansen in the public eye seem like a cruel curse that can not be cured. People who contract the disease will have ulcers and body shape winding stump even ugly. Disgusting! Unclean! Scary! Contagious! And other stigma will appear alternately in the minds of people who are not familiar with this disease either. Morbus Hansen is not something so weird like common people think. People should know that Morbus Hansen is NOT easy to spread. If the victims have drunk medicine even only once, they will not infected others.
(photo above: the saddle nose of leper) This project I take when I did internship program at Sumber Gagah hospital, the biggest leprosy hospital in east java province, indonesia. I lived there for two weeks with the lepers. I was studying about how to take care, to cure and to build good relationship with them. It's so amazing experience to live together among them. They just the same with us, they laugh, they talk, they eat, they play, they sing, they work even they have limitation with their shape. Some of them are less confidence through their limitation, some not. It's just my pleasure to encourage them to be confidence.
(photo above: the lepers wear special shoes to therapy their drop foot) They may have unperfect shape, but we have to help them to build perfect spirit to keep them life. Don't call them monster, it's just about the shape, but inside they're great fighter to life in unperfect condition. Lets erase the stigma. Morbus Hansen a.k.a Leprosy is friend of us :)
(photo above: the daughters of lepers, they're normal,it's a prove that leprosy is not easy to spread.)
(photo above: the doctor and the medical team work together in operation room to help the leper, it's an amputation)
(photo above: they also love texting :) )
(photo above: work on girls ;) )
(photo above: mr. hudi still goes working even he stand with his leg phantom)
(photo above: removing dirt and callous from the foot of leper)
(photo above: the headmen of leprosy village around the hospital)
(photo above: cheers, mom!)
(photo above: the sweety, even though his father is an ex-leper)
(photo above: lets practice walking, buddy!)
(photo above: see this smile!)

Kamis, 26 April 2012

AMPEL, festive night at KAMPOENG ARAB

Nama wisata religi Sunan Ampel sudah melanglang buana di seantaro bumi Indonesia, yah bagaimana tidak, Sunan Ampel adalah salah satu dari Wali Songo atau sembilan Sunan yang menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa. Saking terkenalnya wisata religi ini, peziarah yang datang pun bermacam-macam orang dari seluruh Indonesia. Nah, di bulan Ramadan ini pastilah wisata religi Ampel menjadi semakin menarik untuk dinikmati. Saya tertarik untuk mengamati seluk beluk Ampel lebih dalam lagi, terutama heritage track di Kampung Arab yang sering terlupakan untuk sekedar dilirik oleh para peziarah. Saya segera menghubungi seorang teman yang berdomisili di daerah Ampel, Ismail namanya. Ismail adalah seorang arab turunan ke-5, nenek moyangnya adalah seorang pedagang dari yaman yang hijrah ke Indonesia pada tahun 1800-an. Ismail bercerita kepada saya bahwa mengunjungi Ampel itu sebaiknya pada malam hari saja karena semakin malam suasana akan makin meriah dan menarik. Maka bersiaplah saya untuk mengarungi perjalanan malam ini. Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, begitulah tulisan yang terpampang di sebuah gapura kokoh yang nampaknya menyambut dengan ramah semua peziarah yang datang. Dari gapura tersebut mulai terasa suasana heritage yang sangat kental, saya terkagum-kagum dengan bangunan-bangunan tua di kiri dan kanan jalan. Beberapa dari bangunan bertekstur Eropa klasik tersebut masih memiliki papan nama kuno yang bertuliskan nama pemilik pertamanya, tentu saja bangunan tersebut sudah turun temurun diwariskan dari satu generasi ke genarasi yang lain. Uniknya, bangunan-bangunan kuno ini sengaja dibiarkan dan tidak banyak diubah, kekokohan kusen-kusen pintu dan jendela dengan ukiran yang khas dan pagar-pagar yang sudah berkarat pun dibiarkan teronggok manis untuk setiap mata yang ingin meliriknya. Bahkan ada beberapa bangunan kuno yang masih dihuni di tempat ini yang sudah menjadi bangunan cagar budaya dan tidak boleh di pugar.
Betapa terbelalaknya saya ketika menyusuri Jalan KH Mansyur yang dikelilingi dengan bangunan tua ini. Suasana begitu ramai dan hiruk pikuk dengan orang-orang dan kendaraan berlalu lalang. Ini bukanlah hiruk pikuk biasa yang disebabkan kemacetan jalanan. “Hari jumat, harinya orang Arab.” Kilah ismail singkat dan membuat saya langsung paham akan keramaian ini. Di sepanjang kanan kiri jalan Nampak warung-warung masakan timur tengah yang ramai akan pembeli. Saya menyimak satu per satu menu-menu yang asing di lidah Jawa saya, mulai gule roti maryam, sate kambing muda, nasi briani, nasi kebuli, kambing oven, marak kambing, susu kambing, kopi rempah hingga jus korma. Saya juga melihat beberapa pria Arab yang terkenal dengan ketampanannya berlalu lalang dengan pakaian jubah putih lengkap dengan peci, sepertinya mereka sedang bersiap untuk salat tarawih. Wanita-wanita arab juga tak kalah menarik untuk diamati, mereka kebanyakan memakai jubah hitam seperti kebanyakan yang saya lihat di televisi, dan mereka sangat cantik dan anggun berlalu lalang naik becak di sepanjang jalan. Selaian makanan khas timur tengah, di sepanjang jalan ini juga ada beberapa toko milik orang arab yang berjualan bibit parfum, kurma, buku dan kitab, hingga jamu dan obat-obatan khas arab.
Di antara bangunan toko-toko kuno tersebut ada sebuah bangunan kuno yang lebih besar yang mencuri perhatian saya, Hotel Kemadjoean namanya. Di depan pintu hotel tersebut tertulis hotel itu sudah berdiri sejak tahun1928. Hotel kuno ini tetap ramai sampai sekarang karena selain harganya terjangkau dan antik, hotel ini telah turun temurun menjadi persinggahan para pedagang dari luar Pulau Jawa yang kulakan bahan dagangannya untuk dijual kembali di kota asal mereka. Seorang tukang becak yang menyapa saya bercerita bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan kemeriahan hari jumat di sini, semua warga kampung arab dan para pedagang yang singgah bertumpah ruah dan bersuka cita di jalanan. Suasana ini tak ayal membuat saya berkhayal tingkat super seperti sedang berada di kota Damaskus kecil atau tepian kota Baghdad yang ramai.
Heritage track night ini saya lanjutkan terus hingga ke jalan panggung, makin menyusuri jalan panggung ini kita akan makin terbius dengan suasana kota tua. Bangunan kuno di jalan ini memang sudah tidak ditempati lagi oleh pemiliknya, hanya menjadi gudang-gudang tua tempat penyimpanan barang dagangan mereka. Di jalan ini juga ada sebuah masjid tempat para orang Arab kebanyakan menjalankan ibadahnya sehari-hari, Masjid Serang namanya. Jika anda ingin merasakan suasana tarawih yang berbeda saya menyarankan anda untuk salat di masjid Serang atau masjid-masjid lain di sekitar wilayah Ampel ini. Masjid-masjid disini menjalankan salat tarawih seperti di Makkah, dengan surat-surat pendek yang dibaca adalah satu jus Quran khatam perharinya, jadi pas sekali, tiga puluh hari Ramadan untuk tiga puluh jus Quran. Jalan Panggung ini juga terkenal dengan tempat praktek Habib-Habib Arab yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ibu Rohmah, seorang wanita paruh baya berdarah Madura menceritakan kepada saya bahwa praktek Habib Syah-lah yang paling terkenal di wilayah ini, bahkan selain menyembuhkan penyakit, Habib Syah juga sering didatangi anggota DPR dan pejabat-pejabat ibu kota untuk meminta nasehat. Ibu Rohmah juga bercerita bahwa tarif pengobatan di Habib Syah adalah membayar semampunya untuk orang yang tidak mampu, wah sungguh mulia sekali perbuatan Habib Syah ini. Selain itu saya juga melihat banyak anak kecil berdarah arab yang berkeliaran di jalan ini, beberapa dari mereka nampak asyik bermain petasan dan membolos salat tarawih. Saya sempat bercakap-cakap dengan anak-anak berwajah tampan tersebut. Mereka bercerita bahwa mereka tidak bisa berbahasa Arab, bahkan mereka tampak sangat lancar sekali menggunakan Bahasa Jawa dan diselingi sedikit Bahasa Madura dalam percakapan mereka. Dari hal ini nampak bahwa akulturasi antara budaya Arab, Jawa dan Madura sudah menjadi sebuah harmoni yang berdampingan di daerah ini.
Saya pun melanjutkan track malam yang asyik ini ke arah Jalan Sasak, tidak jauh beda dengan suasana di Jalan KH Mansyur, di sepanjang jalan ini banyak pedagang di kanan kiri jalan, dari jalan ini ada sebuah pintu gerbang yang akan membuat kita langsung sampai di Masjid Ampel. Jalan sepanjang pintu gerbang ini adalah sebuah pasar yang padat dengan orang berdagang. Selain para pedagang yang berjualan pakaian, tasbih kokka (tasbih dari kayu yang dipakai nabi nuh untuk membuat kapal semeseta), kopyah, pernak pernik islam, di pasar ini juga ada pedagang yang berjualan benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan magic, di antaranya adalah batu akik dan bambu patil lele. Bambu ini adalah bambu langka yang mempunyai cabang peruasan yang tidak wajar, dalam kepercayaan Jawa bambu ini dipercaya dapat mengusir kejahatan dan mendatangkan rejeki. Wah, tenyata memang sungguh bermacam-macam sekali dagangan di pasar ini. Ibu muslimah, seorang pedagang pakaian muslim bercerita bahwa suasana pasar ini sengaja diciptakan seperti suasana Pasar Seng di Makkah, sehingga peziarah yang datang akan merasakan seperti sedang menjalankan ibadah haji. Wah, saya menjadi merasa beruntung sekali sudah mencicipi Pasar Seng made in Indonesia ini.
Suasana di masjid ampel sangatlah ramai, banyak peziarah yang datang untuk beribadah dan mengaji. Masjid kokoh yang pernah menjadi masjid terbesar kedua di Surabaya ini sudah berdiri sejak tahun 1421 Hijriyah, pendirinya adalah Sunan Ampel sendiri. Struktur bangunan yang ditopang dengan tiang-tiang kayu kokoh menunjukkan betapa megahnya masjid bertekstur Jawa dan sedikit Eropa kuno ini. Di dalam masjid ini juga ada kompleks perkuburan sunan wali songo, saya melihat banyak peziarah yang berdoa di sana, sayangnya di kompleks ini kita tidak boleh mengambil gambar, padahal cukup menarik untuk dilihat. Masjid ini tidak pernah sepi oleh peziarah, makin malam suasana akan makin ramai. Juru masjid bercerita kepada saya bahwa sejak malam ke-21 salat tarawih di Masjid Ampel selalu dialihkan menjadi tengah malam dengan harapan mendapat malam Lailatul Qadr, beliau juga menambahkan makin banyak hari Ramadan di masjid ampel malah makin ramai tidak seperti di masjid-masjid lain yang makin sepi jamaa’ahnya. Sungguh meriah sekali malam ramadan di kawasan Ampel dan juga di kota tua kampung Arab yang jarang sekali dilirik oleh peziarah. Saya sangat meng-highly recommended-kan tempat ini bagi para traveler pecinta budaya dan heritage trip. Kawasan ini juga mudah saja dicapai karena dekat dengan kota, kita bisa naik angkutan kota O jurusan pasar turi dan dilanjutkan dengan angkutan kota D jurusan ampel, atau kalau ingin yang lebih seru kita bisa naik becak dari JMP (Jembatan Merah Plaza) hingga berkeliling kawasan Ampel.
*tulisan ini dimuat di majalh infobackpacker edisi 9, untuk mendownload majalah klik di sini ya sayangs!

KUTAI, lets save the loveable ORANG UTAN

Saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Pongo pygmaeus alias orang utan sejak melihat gerak-gerik mereka di kebun binatang surabaya. Tatapan sendu dan berkaca-kaca yang terpancar dari sepasang mata bulat itu senantiasa membuat hati saya bergetar. Pedih rasanya ketika melihat mereka tak hentinya melambaikan tangan kepada pengunjung, meminta kacang atau pun secuil roti untuk mengisi perut. Para pengunjung pun tak mengindahkah tulisan: dilarang memberi makanan kepada satwa, semakin banyak kacang yang mereka lempar ke dalam kandang, semakin menarik tontonan yang mereka dapatkan. Entah karena stok makanan dari kebun binatang yang kurang atau karena sudah terbiasa diperlakukan seperti itu oleh para pengunjung, tak habis pikir rasanya melihat tingkah orang utan yang tidak jauh berbeda seperti pengemis jalanan itu. Melihat fenomena ini, saya tergelitik untuk melakukan perjalanan ke dalam hutan borneo, menengok orang utan liar dengan kehidupannya yang masih alami. Pilihan saya jatuh kepada Taman Nasional Kutai di Kalimantan timur, karena menurut informasi yang saya dapatkan, kawasan Prevab Mentoko di Taman Nasional ini merupakan stasiun penelitian orang utan liar, di mana orang utan dibiarkan hidup alami seperti di habitat aslinya tanpa diberi bantuan makanan atau pemeliharaan. nah, kawasan yang nature seperti inilah yang saya butuhkan untuk mempelajari dan mengamati keunikan orang utan lebih lanjut. Taman Nasional Kutai terletak di kota Sangatta, sekitar 5-6 jam dari kota Balikpapan, dan dapat ditempuh dengan bus ataupun mobil travel yang banyak tersedia di terminal. Apabila melakukan perjalanan siang hari, mata kita akan dibius dengan betapa hijaunya hutan Kalimantan yang menjadi jantung dunia ini. Jalanan antar kota di provinsi ini sungguh berliku dan berbukit, dilengkapi pula dengan sopir-sopir yang hobi ngebutnya membuat kita ingat akan tuhan dan bermacam-macam lantunan doa. Saya sangat menyarankan obat anti mabuk perjalanan untuk dikonsumsi lebih dahulu bagi mereka yang tidak biasa dikocok perutnya. Ada baiknya jika kita singgah dahulu di kota Samarinda, menikmati indahnya Mahakam yang maha luas dan melanjutkan perjalanan esok harinya dari terminal Lempake menuju kota Sangatta. Sasaran saya adalah kawasan prevab Mentoko Taman Nasional Kutai, minimnya informasi tentang stasiun penelitian orang utan liar ini tidak membuat saya berkecil hati. Karena berkunjung pada hari Minggu, balai kantor taman nasional kutai yang terletak di kota Bontang pun tutup. Banyak cara menuju Roma, maka saya putuskan untuk mampir dan mencari informasi di kawasan wisata Sangkima Taman Nasional Kutai. Kawasan wisata Sangkima merupakan kawasan wisata yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan karena aksesibilitasnya yang paling mudah dan berada di pinggir jalan poros km 38 kota Bontang-Sangatta. Kawasan wisata sangkima sungguh rindang dengan pepohonan hijau yang tinggi, di sini juga terdapat pohon ulin raksasa dengan diameter 2,5 meter, tempat camping, jembatan gantung dan jembatan sling yang menantang adrenalin kita. Petugas di kawasan wisata Sangkima sungguh baik hati dan memberi saya informasi penting bagaimana cara menuju kawasan prevab mentoko, dilengkapi pula dengan contact person yang harus saya hubungi nanti. Segera setelah itu saya melanjutkan perjalanan dengan penuh senyum kemenangan. Rute yang harus saya tempuh adalah kota Sangatta-kantor desa kabo jaya-dermaga papa Charlie. Malangnya, sopir travel tidak tahu di mana kantor desa kabo jaya itu, sehingga saya diturunkan di pertigaan desa kabo. Sambil sedikit basa-basi dan tanya orang-orang yang sedang nongkrong di warung, saya menanyakan bagaimana caranya menuju dermaga papa charlie. Malangnya lagi, tidak seorang pun warga desa kabo yang tahu tentang dermaga yang menjadi pintu masuk ke kawasan stasiun penelitian orang utan liar yang terletak di desa mereka sendiri. Setelah menelepon berkali-kali pada contact person yang saya dapatkan di Sangkima tadi akhirnya terhubung juga kepada Pak Supian, penjaga prevab mentoko, entah karena sinyal yang sulit atau hujan yang deras sekali siang itu sehingga saya agak kesusahan menelepon mereka. Pak Supian menjelaskan kepada saya untuk segera menuju kantor desa kabo jaya, dermaga papa charlie terletak di dekat kantor desa tersebut, beliau akan mengutus petugas kapal untuk menjemput saya di tepian sungai. Segeralah saya naik ojek saat itu juga ketika hujan mulai mereda dan matahari mendadak panas sekali, yah, sungguh ekstrim cuaca di pulau borneo ini.
Setibanya di kantor desa kabo jaya, saya beruntung sekali bertemu dengan seorang pegawai prevab yang akan mengantar bule menyebrang. Ternyata pelabuhan papa charlie terletak di bawah kantor desa kabo jaya, tepat di tepian sungai sangatta yang terkenal dengan buaya-buaya buas pemangsa manusia. Segera setelah itu saya menyebrang sungai dengan kapal bermotor kecil yang disediakan oleh pihak taman nasional kutai. Sekitar 15 menit perjalanan sungai, saya pun tiba di kawasan prevab mentoko. Sungguh takjub sekali rasanya, kawasan ini terletetak agak dekat dengan tepian sungai akan tetapi tertutupi oleh hijaunya pohon-pohon rindang. Terdapat pondok kayu yang disediakan sebagai tempat menginap para pengunjung dan peneliti, sungguh sederhana tapi kokoh terlihat. Bekas hujan tadi sore membuat hawa kayu-kayu yang basah makin sejuk membelai hidung saya. Saya disambut begitu baik dengan para petugas dan ranger hutan yang terlihat senang karena ada wisatawan dalam negeri yang akhirnya berkunjung. Ternyata jumlah wisatawan dalam negeri yang berkunjung ke tempat ini sangatlah sedikit, hampir separuh jumlah wisatawan manca negara setiap bulannya. Mirisnya, warga sekitar kota Sangatta pun banyak yang tidak tahu tentang kawasan perlindungan orang utan ini.
Pak supian, pak mardian dan pak hasanuddin, mereka bertiga bekerja merangkap sebagai ranger hutan dan penjaga tempat ini. Sambil menikmati buka puasa setelah perjalanan panjang ini, saya bercengkerama dengan beliau-beliau yang ahli masalah per-orang utan-an ini. Kepada saya, mereka bercerita bagaimana uniknya orang utan sehingga harus kita jaga kelestariannya. Orang utan berbeda dengan primata lain, penambahan jumlah mereka sangatlah lambat apabila dibandingkan dengan primata lain. Salah satu penyebabnya adalah seorang induk orang utan tidak akan beranak lagi sampai anak mereka berusia 6 tahun, dan selama 6 tahun itulah sang induk akan menggendong dan membesarkan sang anak kemana pun dia pergi. Sungguh ibu yang baik sekali, bahkan manusia yang diwajibkan memberi ASI ekslusif selama 6 bulan saja tidak semua bisa melaksanakannya. Di tambah lagi masalah yang sedang santer terjadi adalah pembabatan hutan untuk pembukaan lahan baru, sehingga mengganggu habitat asli dimana orang utan hidup dan mendapat makanan. Akibatnya banyak orang utan yang dibantai karena dianggap hama atau pengganggu. Banyak pula orang utan yang dibunuh begitu saja karena kedapatan mencuri di ladang milik penduduk, padahal mereka hanya sekedar mencari makananan pengganti atas sumber makanan mereka di hutan yang telah di babat habis oleh manusia. Kebakaran hutan dankekeringan juga merupakan salah satu hal lain yang membuat habitat alami orang utan makin terbatas. Yang lebih mengerikan lagi, trio ranger ini bercerita bahwa ada pula sekelompok pemburu yang sengaja berburu orang utan untuk di makan dagingnya. Saya sungguh tidak habis pikir akan kekejian manusia kepada orang utan, saya kira kehidupan mereka di alam mungkin lebih baik daripada di balik jeruji kebun binatang, ternyata hidup di alam pun sekarang banyak mengalami ancaman yang serius. Trio ranger juga bercerita kepada saya bagaimana takjubnya melihat orang utan membuat kandang mereka sendiri dari ranting-ranting pohon, bagaimana lengan-lengan yang panjang itu mematahkan satu ranting ke satu ranting lain lalu membentuknya menjadi sebuah sarang melingkar yang melindungi mereka dari hujan dan pemangsa. Orang utan dikawasan ini merupakan orang utan liar yang dibiarkan hidup alami, mereka dibiarkan mencari makan sendiri agar tidak bergantung pada manusia dan tetap lestari hidup dari satu pohon ke pohon lain. Habitat asli orang utan adalah pohon, orang utan yang berjalan di tanah bukanlah orang utan liar, begitu penjelasan trio ranger kepada saya. Obrolan yang menambah wawasan saya tentang orang utan ini terpaksa harus dihentikan karena saya harus melakukan track malam keliling hutan mencari tarantula, bersama dengan pak mardian dan sekelompok wisatawan asal ceko.
Selain orang utan, kita dapat menemui flora dan fauna lain yang yang terdapat dalam hutan ini. Semuanya kebanyakan hewan dan tumbuhan baru yang selalu membuat saya bersorak kegirangan karena belum pernah bertatap muka dan berkenalan secara langsung sebelumnya. Saya senang sekali ketika melewati hutan tengah malam dengan penerangan headlamp dan beberapa kunang-kunang yang berkali-kali melintas memberi penerangan tambahan, belum lagi ketika saya mendapati sebuah tarantula besar yang merayap keluar dari liangnya, tangan-tangan yang panjang dan berbulu halus berwarna hitam pekat itu sungguh terlihat jahat dan garang sekali. Keesokan paginya, tracking masuk hutan dilanjutkan untuk berburu orang utan, berburu gambar saja tentunya. Setelah jalan kaki sekitar 1 km ke dalam hutan, saya dan rombongan bule dari belanda mendapati seekor induk orang utan sedang asik menikmati dedaunan di atas pohon sambil menggendong anaknya. Kami semua sungguh takjub dibuatnya, dengan kedua lengannya yang panjang itu sang induk lincah sekali meraih ranting-ranting yang jauh dari tempatnya duduk. Para ranger hutan menjelaskan kepada kami bahwa kami tidak boleh berada pas di bawah pohon tempat orang utan berada, karena sesekali mereka suka menjatuhkan ranting. Selain itu, para ranger juga bercerita bahwa jangan pernah sekali-kali mengganggu atau mengambil anak orang utan yang ada induknya, sang induk akan marah dan menjadi buas sekali, bahkan tak akan segan menyerang manusia sampai bisa mendapatkan anaknya kembali. Sungguh induk orang utan sangat pantas untuk mendapat gelar kehormatan, the best smart mom ever. Selain orang utan, saya juga mendapati flora dan fauna lain yang lebih mudah diamati pada siang hari. Fauna seperti kelana pinang, luwing, kupu-kupu hidung panjang atau yang biasa disebut lunlim, laba-laba, serangga-serangga lain, burung-burung dan reptil. Apabila melanjutkan perjalanan hingga ke muara sungai, kita bisa melihat habitat asli bekantan atau kera hidung panjang. Kalau beruntung, kita juga bisa melihat rusa sambar, kancil, bajing kerdil bertelinga hitam, kura-kura kaki gajah dan ular phyton. Untuk flora saya sungguh takjub melihat pohon-pohon besar yang belum pernah saya jumpai di mana pun sebelumnya, ada pohon ulin, pohon raja, pohon hitam, ada pula tumbuhan pasak bumi, anggrek, rotan, tumbuhan paku, lumut, jamur, kantong semar dan banyak lagi yang lain.
Prevab mentoko taman nasional kutai adalah tempat yang sangat worth untuk dikunjungi, di mana kita tidak hanya berbagi dengan alam, tetapi juga merasakan langsung bagaimana berkenalan dan berbagi cerita agar alam dapat terus dijaga kelestariannya. Mari menyayangi alam seperti menyayangi diri kita sendiri.
Price list Bus Balikpapan-samarinda: rp 25.000,- (atau travel rp 60.000,-) Travel samarinda-sangatta: rp 80.000,- (bisa hubungi travel andi 081346625633) Ojek dari desa kabo-dermaga papa charlie: rp 15.000,- (bisa hubungi ojek irvan 085731727727) Sewa kapal dari taman nasional, sungai sangatta-prevab: rp 300.000,- (bisa sharing) (bisa hubungi pak supiani 081346348803 atau kantor taman nasional kutai 054827218 / 054822946 atau pak sumidi 082157525231 / 08159724106) Penginapan selama di prevab: rp 100.000,- per malam (bisa sharing, satu kamar ada yang berisi sampai 3 bed) Ranger hutan: rp 200.000,- (bisa sharing) Makan selama di prevab: rp 60.000,- Tiket masuk: rp 1.500,- (per orang) Kamera: rp 3.000,- (per kamera) *tulisan ini dimuat di majalah infobackpacker edisi 11, untuk mendownload klik di sini sob!